Hei, fellas! How’s your day? It’s been a long time since the change of my status—from a Senior High School student to a university student, right? Kali ini, gue ingin berbagi cerita gimana rasanya jadi seorang maru di jurusan Akuntansi. Tapi, gue nggak langsung menceritakan gimana rasanya menjadi maru, melainkan dimulai dari gimana akhirnya gue bisa nyemplung di jurusan yang most-wanted ini. Oh iya, “curhatan” gue ini bakalan panjang banget, jadi bakal dibagi dua (atau bahkan tiga?) part. So, bear with me, fellas. First, I have to tell you that I’m a person that doesn’t like these complicated things such as economics, politics, mathematics, etc. So at that time, I decided to choose foreign language as my major to be. Awalnya, bukan jurusan bahasa asing yang mau gue ambil, tapi Ilmu Komunikasi karena gue merasa tertarik sama “ Public Speaking” tapi di awal kelas XII gue mengubah keputusan dan beranggapan kalau jurusan bahasa asing lah yang sebenernya cocok buat gue dan...
Pina. Remaja 16 tahun yang masih super duper labil tapi punya ambisi yang besar. Tsah. Di blog gue, lo bisa nemuin apa aja. Dari yang bercandaan sampe yang gak seharusnya dibercandain. Tapi, berhubung gue baru ngeblog lagi jadi sabar-sabar aja nunggu artikelnya. Enjoy reading, kakak! Love, Pina.