Skip to main content

Posts

Showing posts from 2017

Curhatan Seorang Maru Versi Gue Part 1: Semua karena Petunjuk

Hei, fellas! How’s your day? It’s been a long time since the change of my status—from a Senior High School student to a university student, right? Kali ini, gue ingin berbagi cerita gimana rasanya jadi seorang maru di jurusan Akuntansi. Tapi, gue nggak langsung menceritakan gimana rasanya menjadi maru, melainkan dimulai dari gimana akhirnya gue bisa nyemplung di jurusan yang most-wanted ini.  Oh iya, “curhatan” gue ini bakalan panjang banget, jadi bakal dibagi dua (atau bahkan tiga?) part. So, bear with me, fellas. First, I have to tell you that I’m a person that doesn’t like these complicated things such as economics, politics, mathematics, etc. So at that time, I decided to choose foreign language as my major to be. Awalnya, bukan jurusan bahasa asing yang mau gue ambil, tapi Ilmu Komunikasi karena gue merasa tertarik sama “ Public Speaking” tapi di awal kelas XII gue mengubah keputusan dan beranggapan kalau jurusan bahasa asing lah yang sebenernya cocok buat gue dan...

Ketika Menasihati dan Menyindir Nggak Ada Bedanya

Udah lama juga gue nggak ngebahas sesuatu yang serius. Asli, banyak banget sebenernya yang mau gue omongin dan topik ini sebenernya juga udah lama mau gue bahas tapi baru ada waktu sekarang. Sibuk menghabiskan waktu luang dengan nonton drakor alias drama korea. Ya begini nasib jadi korban ­ oppa-oppa drakor. By the way, seperti yang pernah gue bilang di postingan sebelumnya kalau di sini murni pendapat gue dan murni keluh kesah gue, ya. Dan nggak bermaksud sama sekali untuk menghakimi. Gue berusaha untuk menilai segala sesuatu secara objektif. Ah iya! Ngomongin drakor nih.. gue cukup seriiing banget baca caption di instagram yang berkaitan dengan drakor. Bukan tentang pemain-pemainnya dan bukan dari akun-akun khusus drakor. Tapi.. dari akun-akun yang berkaitan erat dengan Islam. Gue nggak perlu sebutin nama-namanya tapi pasti kalian tau. Di salah satu foto yang mereka posting, mereka menuliskan betapa ruginya kalau kita nonton drama korea. Maksudnya, nggak ada gunanya. Menuru...

Rezeki Nggak Kemana

Seperti yang kalian (kelas XII) tau, kalau tanggal 26 April kemarin adalah (mungkin) masa di mana pertama kalinya kalian merasa deg-degan pake banget, panik, galau, apapun itu. Karena apa? Karena itu adalah penentu kalian akan melanjutkan studi ke mana dan karena itu pengumuman jalur pertama masuk PTN. Yap, we called it SNMPTN. Pukul 14:00 WIB semua orang sibuk mau membuka website pengumuman. Ada yang nggak sabaran makanya langsung buka web-nya, ada yang nunggu beberapa menit dulu karena tau pasti banyak yang buka (webnya), ada juga yang sengaja ngulur-ngulur waktu sampe sejam atau dua jam buat buka webnya. Contohnya gue, gue sengaja ngelakuin itu karena yang pertama, gue tau kalau server- nya bakalan down walaupun udah nunggu beberapa menit. Kedua, karena gue pengin ketawa dulu. Mungkin alasan yang kedua ini terdengar sangat konyol, tapi bagi gue ini penting supaya saat gue buka pengumuman, gue dalam keadaan senang no matter what happened . Alhamdulillah nya, ada beberapa temen yang...

Everyone Has Their Own Privacy

HALLOHA! Akhirnya setelah beberapa hari otak gue dipake untuk ngerjain soal Ujian Nasional, sekarang saatnya otak gue dipake buat memikirkan apa yang akan gue bahas selanjutnya di blog gue ini. Dan alhamdulillah gue mendapat banyak saran dari temen-temen gue. But sorry, gue mau ngebahas hal ini dulu, ya. So, let’s begin! Everyone has their own privacy. Itu yang selalu gue percaya. Semua manusia di dunia ini punya privasi. Gue yakin, kalian juga percaya. Tapi satu hal yang bikin gue sering kesel adalah, mereka selalu terang-terangan untuk kepo-kepoin orang lain. Like, “ Eh orang tua lo kerja apa?” “Emang gaji orang tua lo berapa?” “Eh, lo udah jadian ya sama si Cepot?” “Eh, nilai lo berapa?” dan lain sebagainya lah, yang menurut gue nggak perlu ditanyakan. Apalagi kebanyakkan orang-orang menanyakan hal itu di tempat umum. Gue akan berpendapat kenapa pertanyaan-pertanyaan yang tadi gue tulis itu gak mesti lo tanyain ke temen lo. sumber: google.com 1.    ...

Bukan Masalah Umur tapi Kesiapan

Sebelumnya, gue mau ngasih tau, gue menulis ini bukan untuk mengatakan salah atau tidaknya, tapi ini pure opini dari persepektif diri gue sendiri, ya. Jadi jangan baper. By the way , kalau temanya keberatan maaf juga, ya. Mumpung seseorang ada yang ngingetin tentang masalah ini jadi gue pikir-pikir ya nggak ada salahnya juga gue utarain di blog. sumber: google.com So, here’s my opinion. Kalian pasti udah sering menemukan banyak pasangan yang menikah muda. Mungkin ada aja dari kalian yang bilang, “Ih masih kecil udah nikah aja. Kebelet, ya?” “Emang dia udah mapan?” dan lain sebagainya. Dan pasti kalian juga sering menemukan pasangan yang kata orang-orang, “telat nikah” apalagi untuk perempuan yang sering banget ditanyain soal nikah sama orang-orang. Mereka bilang, “Ih dasar perawan tua!” “Kok udah umur 26 belum nikah-nikah, sih?” “Nggak laku, ya?” dan lainnya. Padahal menurut gue, nikah itu bukan masalah umur, tapi masalah kesiapan. Mereka yang menikah muda, ya mungkin karena m...

Pelecehan yang Disepelekan

Hallo, semua! Udah lama banget, ya, gue nggak nge-blog. Alasannya ... klasik, sih. Males, nggak ada ide, dan nggak ada waktu (buat nge-blog), ya seperti itulah. By the way , kemarin-kemarin kan gue ngebahas tentang tips, review jurusan, sama cerita. Nah, untuk kali ini gue mencoba untuk beropini, nih. Tentang ... pelecehan! Berat, kan? Tumben-tumbenan gue bahas beginian. Terus terang, kejadian yang tadi sore (Kamis, 2 Februari 2017) gue alami membuat gue tergerak untuk nge-blog dengan tema ini. Karena, gue udah merasa sangat dongkol, keki, sebel, gedek sama hal yang satu ini, jadi gue mencoba untuk mengutarakan pendapat gue. So , silakan baca baik-baik, and here you go ! Sebelumnya, untuk kalian cewek-cewek, suka nggak sih merasa risih kalau kalian lewat dan di-suit-suit-in? I know that most of you, feel what I feel . Kalian tau nggak itu namanya apa? Cat-Calling ! “Hah? Panggilan kucing? Kucing panggilan?” Bukan. Cat-calling di sini bermakna konotasi, ya, teman-teman. Tapi, sebe...