Hallo, semua! Udah lama
banget, ya, gue nggak nge-blog. Alasannya ... klasik, sih. Males, nggak ada
ide, dan nggak ada waktu (buat nge-blog), ya seperti itulah. By the way, kemarin-kemarin kan gue
ngebahas tentang tips, review
jurusan, sama cerita. Nah, untuk kali ini gue mencoba untuk beropini, nih.
Tentang ... pelecehan! Berat, kan? Tumben-tumbenan gue bahas beginian. Terus
terang, kejadian yang tadi sore (Kamis, 2 Februari 2017) gue alami membuat gue
tergerak untuk nge-blog dengan tema ini. Karena, gue udah merasa sangat
dongkol, keki, sebel, gedek sama hal
yang satu ini, jadi gue mencoba untuk mengutarakan pendapat gue. So, silakan
baca baik-baik, and here you go!
Sebelumnya, untuk
kalian cewek-cewek, suka nggak sih merasa risih kalau kalian lewat dan
di-suit-suit-in? I know that most of you,
feel what I feel. Kalian tau nggak itu namanya apa? Cat-Calling! “Hah? Panggilan kucing? Kucing panggilan?” Bukan. Cat-calling di sini bermakna konotasi,
ya, teman-teman. Tapi, sebenernya bisa juga lho kalau kalian berpikir secara
gamblang kenapa disebut cat-calling.
Perhatiin aja orang yang suka manggil kucing itu gimana? Kalian bisa liat, nih,
di gambar yang ada di bawah ini:
![]() |
| Sumber: google.com |
Nah dari gambar
tersebut, intinya cat-calling adalah
suatu keadaan di mana seorang cowok secara tidak langsung menggoda seorang
(atau bahkan lebih) cewek yang lagi lewat. By
the way, sorry banget gue pake
kata ‘menggoda’ karena, literally gue
nggak tau sinonim yang lebih halusnya apaan.
Gue sangat amat
menyayangkan hal ini, sih. I mean, why do
they still doing something worthless like that? Tau lah, ya, ‘they’-nya mengacu kemana? Yaps!
Cowok-cowok nggak jelas dan nggak bertanggungjawab. Emang ada ya faedahnya ngegodain cewek? Biar apa sih
emang? Biar cewek-cewek nengok, abis itu tertarik? Atau sengaja buat kesel, abis itu nyamperin, dan
selanjutnya dijadikan modus untuk melakukan pelecehan yang lebih parah? Menurut gue, itu tindakan yang totally kampungan. Agree?
Bahkan, sampe sekarang,
gue nggak pernah tau, kenapa mereka melakukan hal itu dan apa tujuannya? Dan menurut gue, secara nggak
langsung, mereka udah melakukan pelanggaran hak. Dengan mereka doing that cat-calling then make us (as a
girl or woman) being uncomfortable in that situation, it means ya dia
melanggar hak kita sebagai manusia terlebih cewek untuk hidup dengan nyaman dan aman. Am I right?
Cat-calling
itu menurut gue bener-bener nggak sopan. Ganggu cewek yang lagi lewat dengan
disuit-suitin lah, dibilang, “Cewek, cantik banget, deh hari ini!” “Neng, mau
kemana?” “Cewek kacamata, sini dong!”. Literally, nggak ada gunanya, coy. Sumpah. Gue
sampe bilang ke papa gue dan langsung minta beliau laporin kejadian—yang udah
cukup sering gue alami ini ke Pak RT. Alasannya jelas. Selain hal tersebut merupakan pelecehan seksual, cat-calling itu adalah tanda kalau gue nggak dihargai sebagai cewek.
By the way (untuk kesekian kalinya), cat-calling ini bukan cuma dilontarkan kepada cewek-cewek yang nggak pake kerudung, ya. Buktinya gue yang pake aja juga diperlakukan nggak baik seperti itu. Bahkan, bisa aja yang berhijab pun di-cat-calling-in.
Gue yakin, kalau cewek
yang bener itu pasti merasa bahwa hal tersebut merupakan pelecehan seksual.
Tapi, yang gue nggak habis pikir adalah, ternyata ada cewek yang kalau di-cat-calling-in malah senyum-senyum.
Apakah pantas jika seseorang yang melakukan pelecehan seksual—sekecil apapun
itu—diberikan senyuman? Apakah dia malah nggak tau kalau hal itu adalah
pelecehan seksual? Mereka berpikir, bahwa cat-calling itu adalah bentuk pujian yang dilontarkan oleh si tukang cat-calling. Padahal ... nggak pantas sama sekali disebut pujian. Cat-calling itu menyeramkan, sangat! Dan, ini udah memasuki tahap degradasi moral. Miris, kan?
"Ya sudah lo tegur aja!"
Kalimat itu yang membuat banyak cewek jadi bingung. Banyak dari kita yang bener-bener nggak tau harus bersikap kayak gimana. Diem? Hal yang kayak gini nggak bisa didiemin. Menegur? Ini, nih yang menurut gue bikin cewek-cewek takut kalau negur. Takut kata-kata yang dilontarkan akan menjadi kesalahpahaman yang berujung kepada hal yang lebih tidak diinginkan. Bisa aja cowoknya malah marah-marah, atau mungkin dia malah makin ingin melecehkan si cewek tersebut? Who knows? Tapi, menurut gue ya namanya juga usaha ya, coba aja tegur dia dengan baik-baik, kasih dia pengertian kalau apa yang sudah dia lakuin itu salah, SIAPA TAU dia jadi malu terus sadar, deh. Karena, takutnya kalau nggak ditegur mereka malah makin suka ngegodain.
Oke, kayaknya segitu aja yang bisa gue sampaikan. Sorry kalau kata-katanya ada yang kurang pas bagi kalian atau terlalu bertele-tele. Intinya ... untuk kalian (cowok) yang pernah atau bahkan masih suka melakukan pelecehan seksual ini, gue mohon untuk berhenti doing cat-calling. Karena, bagaimanapun juga kita (cewek) punya hak untuk jalan dengan tenang, aman, dan nyaman tanpa diganggu oleh siulan-siulan kalian. Dan, untuk kita-kita, nih, coba belajar lebih berani tapi dengan cara yang lebih bijak. Kayak yang gue bilang tadi, mungkin?
Pokoknya, gue harap nggak ada degradasi moral yang lebih parah lagi, deh.
Sekian.



Comments
Post a Comment