Seperti yang kalian (kelas
XII) tau, kalau tanggal 26 April kemarin adalah (mungkin) masa di mana pertama
kalinya kalian merasa deg-degan pake banget, panik, galau, apapun itu. Karena
apa? Karena itu adalah penentu kalian akan melanjutkan studi ke mana dan karena
itu pengumuman jalur pertama masuk PTN. Yap, we called it SNMPTN. Pukul 14:00 WIB semua orang sibuk mau membuka website pengumuman. Ada yang nggak
sabaran makanya langsung buka web-nya, ada yang nunggu beberapa menit dulu
karena tau pasti banyak yang buka (webnya), ada juga yang sengaja ngulur-ngulur
waktu sampe sejam atau dua jam buat buka webnya. Contohnya gue, gue sengaja
ngelakuin itu karena yang pertama, gue tau kalau server-nya bakalan down
walaupun udah nunggu beberapa menit. Kedua, karena gue pengin ketawa dulu.
Mungkin alasan yang kedua ini terdengar sangat konyol, tapi bagi gue ini
penting supaya saat gue buka pengumuman, gue dalam keadaan senang no matter what happened. Alhamdulillah
nya, ada beberapa temen yang buat gue ketawa.
Dan sampai pada
akhirnya, gue buka pengumuman. Gue pake alternatif website dari UGM. Server-nya error, coy. Gue coba yang
UNSRI alhamdulillah bisa. Tapi nih, pas nge-klik “LIHAT HASIL SELEKSI” nggak bisa. Sumpah. Nggak ada
tanda-tanda loading, nggak ada lampu
merah ataupun hijau. Nggak jalan sama sekali pokoknya. Dan konyolnya, kalimat
ini tebersit dalam pikiran gue, “Ini tanda-tanda gue keterima kali, ya? Makanya
ada hambatan”. Bukan sombong, kok, itu kan cuma tiba-tiba tebersit. Akhirnya
setelah gue coba berkali-kali, bisa. Dan ... alhamdulillah lampu hijau! Seneng?
Jelas. Bersyukur? Sangat jelas. Tapi gue nggak kaya orang lain yang mungkin
sampe jejingkrakan, teriak sana-sini, bahkan nangis saking bahagianya. No, I’m not that type of person. Yang
gue ucapin adalah, “Hah serius gue keterima? Alhamdulillah, yaAllah.” Walaupun
gue udah yakin tapi masih ada ketidakyakinan dalam hati gue pada saat-saat
nunggu pengumuman itu. Karena jurusan yang gue ambil adalah most wanted versi anak IPS dan IPA. Tapi
alhamdulillah dan inshaaAllah takdir gue emang di situ dan berkah nantinya.
“Terus,
Pin, gimana kabar temen-temen lo yang belum lolos?”
Mereka sedih, galau,
sakit hati, tapi ada yang tetap senyum, ada yang tetap bahagia, dan ada yang
tetap bersyukur. Mereka yang belum lolos, bersyukur karena Tuhan sayang sama
mereka (dengan cara yang berbeda) makanya mau liat usaha mereka lebih keras
lagi. Mereka tetap bahagia karena nanti mereka akan betul-betul merasakan
sebuah perjuangan untuk meraih bangku kuliah, dan mereka tetap memberikan
senyuman karena mereka sadar dan paham bahwa jalur SNMPTN bukanlah yang terbaik
untuk mereka di dunia maupun akhirat. Mereka tetap semangat dan langsung
bangkit. Dan memang itu yang seharusnya mereka lakukan. Jangan menyerah.
Mungkin lo bisa aja
bilang, “Lo enak Pin, tinggal duduk-duduk santai, lah kita? Harus belajar soal
SBMPTN yang susahnya minta ampun” I know
it exactly. Yang namanya ujian masuk PTN pasti susah! Karena banyak yang
minat, banyak yang mau kuliah di situ. Sama aja halnya kaya lo mau beli barang
yang jumlahnya terbatas tapi yang mau banyak banget. Yang terjadi apa? Harganya
bakal dinaikin, kan? Nah sama! Jumlah bangku kuliahnya terbatas tapi yang minat
banyaknya masyaAllah, makanya soalnya dibuat susah. Apalagi saingan kalian
nggak cuma satu angkatan, tapi tiga angkatan, Mbak/Mas! Mereka yang dua tahun
di atas kalian bisa jadi sudah sangat mempersiapkan diri, lho. So, jadikan mereka yang gagal sebagai
motivasi kalian untuk bisa mengerjakan soal SBMPTN 2017 nanti.
Sama ada lagi yang
nggak kalah penting selain usaha. Do’a. Kekuatan yang paling besar adalah do’a.
Do’a kapanpun yang kalian mau, gratis kok, malah bikin hati tenang (kalau gue).
Tapi ..., do’anya jangan kaya gini, ya, “YaAllah, loloskan hambamu ini di FTTM
ITB, yaAllah saya mohon” kenapa gue bilang jangan? Karena takutnya, kalau
kalian do’a yang semacam itu kalian akan sakit hati nantinya kalau do’a kalian
tidak dikabulkan. Mendingan, diedit do’anya jadi, “YaAllah, jika memang FTTM
ITB adalah yang terbaik, maka mudahkanlah dan yakinkanlah. Namun jika bukan,
maka jauhkanlah dan tunjukkan yang terbaik. Apapun hasilnya, hamba terima.
Karena Engkau sebaik-baik perencana.” Lebih adem kan dengernya?
Gue pernah baca cerita
dari seseorang yang gue lupa namanya, he
said, “Jangan dibutakan oleh ambisi kalian yang besar” Bukan berarti kalian
tidak boleh mimiliki ambisi yang besar, tapi ... kalian harus inget, rencana
kalian itu belum tentu yang terbaik, keinginan kalian belum tentu apa yang
kalian butuhkan. Hei, kalian punya Tuhan. Minta ke Tuhan kalian, berusaha,
luruskan niat, dan do’a yang terus menerus. God
will never dissapoint us dan lo harus yakin itu. Selain itu, kalian nggak
boleh meninggikan diri kalian. Rendahkan diri kalian maka Dia akan meninggikan
kalian dan begitu sebaliknya.
Gue memang nggak bisa
merasakan betapa struggle nya kalian
para pejuang SBMPTN (dan yang nantinya sampai UM) untuk mengerjakan
soal-soalnya. Gue pun nggak tau seberapa sering kalian berdo’a tapi gue yakin,
Tuhan tau yang terbaik buat kalian. Tuhan liat usaha kalian dan dengar semua
do’a-do’a kalian. Satu lagi, kalian juga harus yakin kalau rezeki nggak kemana.
Kalian aja bisa yakin kalau rezeki uang dan jodoh nggak akan kemana, masa untuk
masalah PTN kalian nggak yakin?
Sekian.
Comments
Post a Comment