HALLOHA!
Akhirnya setelah beberapa
hari otak gue dipake untuk ngerjain soal Ujian Nasional, sekarang saatnya otak
gue dipake buat memikirkan apa yang akan gue bahas selanjutnya di blog gue ini.
Dan alhamdulillah gue mendapat banyak saran dari temen-temen gue. But sorry, gue mau ngebahas hal ini
dulu, ya.
So,
let’s begin!
Everyone
has their own privacy. Itu yang selalu gue percaya. Semua
manusia di dunia ini punya privasi. Gue yakin, kalian juga percaya. Tapi satu
hal yang bikin gue sering kesel adalah, mereka selalu terang-terangan untuk
kepo-kepoin orang lain. Like, “Eh
orang tua lo kerja apa?” “Emang gaji orang tua lo berapa?” “Eh, lo udah jadian
ya sama si Cepot?” “Eh, nilai lo berapa?” dan lain sebagainya lah, yang menurut
gue nggak perlu ditanyakan. Apalagi kebanyakkan orang-orang menanyakan hal itu
di tempat umum. Gue akan berpendapat kenapa pertanyaan-pertanyaan yang tadi gue
tulis itu gak mesti lo tanyain ke temen lo.
![]() |
| sumber: google.com |
1. Pekerjaan Orang Tua
Terlepas
pekerjaannya yang wow atau biasa, itu literally
bukan urusan lo. Apalagi kalau lo nanyanya hanya karena “pengin tau”. Urusan lo
hanya sama temen lo bukan ke keluarganya juga.
2. Gaji
Ini
yang paling krusial dan bikin gue ketawa renyah kalau ada orang lain yang nanya
beginian. Karena, masalah gaji orang tua ini emang bener-bener privasi dan suatu hal yang sangat nggak sopan kalau lo menanyakan hal ini.
3. Hubungan
Ini
depend sama masing-masing individu,
sih. Ada dari mereka yang seneng nge-post
foto bareng doinya, ada dari mereka yang nggak suka ditanyain tentang
hubungannya sama doinya. Tapi kalau gue pribadi ya nggak perlu ditanyain
sebenernya. Toh nggak ada untungnya juga gue nanyain itu.
4. Nilai Rapot
Kalau
ini, sih dari gue pribadi dan baru-baru ini gue menyadarinya. Gue nggak suka
aja kalau ada orang yang nanya hal kaya gitu. Karena gue mikir, kita semua kan
udah dapet nilai, kenapa juga harus nanya nilai yang lain? Gue nggak tau alasan
mereka menanyakan hal ini, entah untuk membandingkan atau apa. Tapi yang jelas
nilai itu menurut gue privasi. Terlepas bagus atau tidaknya angka tersebut.
Mungkin bagi sebagian
orang bakalan bilang, “Lebai lo, Pin, nilai aja dibilang privasi!” go ahead, guys! Itu hak lo untuk ngomong
kaya gitu tapi inget, lo punya kewajiban untuk menghargai setiap pendapat
orang.
Setelah gue menyebutkan
alasan-alasan kenapa pertanyaan tadi merupakan sebuah privasi menurut gue, gue
juga mau menyampaikan kalau apa yang ada di handphone kita, laptop kita, tas
kita, itu privasi. Tapi masih aja ada orang yang otak-atik handphone kita
sembarangan tanpa izin. Gue pribadi nggak mempermasalahkan kalau orang lain mau
liat-liat galeri ataupun lagu di handphone gue, ASALKAN dia izin. Dan bukan
masalah ada rahasianya atau nggak, tapi ini masalah kesopanan. “Kalau nggak izin
gimana, Pin?” Ya berarti dia nggak bisa menghargai privasi orang lain dan nggak
paham apa itu privasi. Sesimpel itu. Gue pun sebenernya nggak melarang orang
lain untuk kepo ke gue, tapi satu hal yang harus diketahui adalah, ada saatnya
lo kepo ada saatnya lo cuek dan itu lagi-lagi depend sama hal apa yang pengin lo tanyakan atau kepoin.
Nah, solusi dari gue
adalah, ketika lo menanyakan sesuatu yang lo nggak tau menurut dia itu privasi
atau nggak, coba sebelum bertanya pakai kata-kata, “Eh, kalau boleh tau, nih.” Dan
gue lagi berusaha untuk membiasakan bertanya pake embel-embel kaya gitu.
Kalau pun menurut orang lain hal yang kita tanyain itu merupakan privasi bagi
dia, nanti kan dia akan jawab, “Sorry, ya
lo nggak boleh tau tentang itu.” As
simple as that, right?
Segini aja, deh. Nggak
usah banyak-banyak yang menting maksudnya tersampaikan.
Sekian.

Comments
Post a Comment