Skip to main content

Inilah saya bagi keluarga dan kontribusi yang telah, sedang, serta akan saya berikan untuk Indonesia


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Nama saya Agrippina Galuh Sulistyaningrum. Saya lahir di Bekasi pada 13 Oktober 1999. Saya merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Saya memiliki seorang adik laki-laki yang saat ini sedang menginjak semester 6 di sebuah Sekolah Menengah Kejuruan. Saat ini, saya masih aktif menjadi mahasiswi jurusan Akuntansi semester IV di Universitas Pendidikan Indonesia.
Peran saya bagi keluarga adalah seorang anak dari kedua orang tua saya dan seorang kakak bagi adik saya. Tidak hanya seorang anak, saya merupakan salah satu harapan yang orang tua saya tanamkan dalam hidup mereka sejak saya lahir. Bagi adik saya, saya bukanlah hanya seorang kakak, melainkan another support system yang dia miliki. Maka dari itu, saya seringkali memberinya saran.
Salah satu keinginan setiap anak adalah meringankan beban kedua orang tua, baik itu secara emosional, spiritual, bahkan finansial. Begitu pun saya, saya berusaha untuk melakukan hal itu dengan cara menabung. Dengan hasil tabungan tersebut, saya bisa membayar study tour saat semester IV. Selain itu, saya berusaha untuk mencari-cari informasi mengenai beasiswa agar jika saya diterima saya dapat lebih meringankan beban orang tua. Bahkan tidak hanya meringankan secara finansial, tetapi emosional dan spirtual juga. Kedua orang tua saya menjadi semakin bangga dan saya pun dapat membantu mereka atas usaha yang saya kerahkan. Walaupun belum banyak hal yang bisa saya berikan pada kedua orang tua saya, setidaknya dengan saya menabung, menjadi anak yang bertanggung jawab, membantu memberikan saran serta semangat pada adik saya, dapat membantu meringankan beban mereka.
Allah memudahkan orang tua saya melalui tersebarnya informasi Beasiswa Bazma Pertamina. Tentunya, mereka langsung men-support saya untuk mendaftar beasiswa ini. Selain tertarik dengan bantuan secara finansial, saya juga sangat tertarik dengan adanya program pengembangan diri atau self-developement yang akan diadakan nanti. Semoga Allah memberi rezeki kepada saya dan keluarga saya melalui beasiswa Bazma Pertamina ini. Aamiin Allahuma Aamiin.
Kontribusi yang telah saya lakukan untuk saya, keluarga, lingkungan sekitar, bahkan Indonesia, selama hidup 19 tahun adalah, mengikuti Olimpiade Sains Nasional tingkat Kabupaten dan Olimpiade Akuntansi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh President University. Selain kontribusi secara akademis, saya pun berusaha semaksimal mungkin menjadi warga negara yang baik. Beberapa cara yang saya lakukan adalah membuang sampah pada tempatnya, tidak mencontek saat ujian, membantu sesama karena saya sangat memahami bahwa manusia merupakan makhluk sosial yang tidak akan pernah lepas dari bantuan orang lain, serta menjaga nama baik Indonesia. Alasan saya menjadikan perilaku-perilaku tersebut sebagai bentuk kontribusi adalah karena saya ingin Indonesia memiliki bangsa yang maju dan menurut saya, untuk mencapai hal tersebut tidak hanya dilakukan secara akademis, tetapi akhlak yang baik pun harus tertanam dalam diri setiap insan agar Indonesia memiliki bangsa yang berintelektual dan bermoral.
Selain itu, saya pernah menjadi pemandu dalam sebuah kegiatan orientasi mahasiswa baru di universitas yang saya tempati, saat memandu sebuah kelompok mahasiswa baru, saya sangat senang karena bisa menjelaskan kepada mereka mengenai Tri Dharma Perguruan Tinggi. Bagi saya, memahami hal tersebut merupakan hal yang sangat krusial, karena kita diberi kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan itu merupakan sebuah amanah yang sangat besar. Saya pun pernah menjadi mentor dalam kegiatan Mentoring Akuntansi. Tugas saya pada saat itu adalah berbagi ilmu mengenai mata kuliah Akuntansi Keuangan Dasar I dan Matematika Ekonomi. Saya sangat senang bisa memanfaatkan ilmu saya untuk dibagikan kepada mereka yang membutuhkan. Walaupun hanya menyampaikan materi, tetapi bagi saya, itu sudah merupakan salah satu bentuk kontribusi saya untuk Indonesia terutama dalam bidang pendidikan.
Saat ini saya sedang menjadi pengurus himpunan di jurusan saya yaitu Ikatan Mahasiswa Akuntansi, saya bertugas di Divisi Sosial dan Politik. Jiwa sosial saya semakin tumbuh, sehingga saya memutuskan untuk mengikuti seleksi kegiatan volunteer Kakak Asuh Bandung. Walaupun saya tidak lolos seleksi tahap 2 tetapi kegiatan tersebut membuat saya semakin sadar bahwa setelah lulus kuliah ini kita harus menjalani amanah ketiga dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat, dalam kata lain kita harus lebih mengeluarkan semangat kontribusi demi menjadikan Indonesia yang lebih baik. Semangat saya untuk mengabdi kepada masyarakat pun terus tumbuh, sehingga saya sangat menginginkan mengikuti kegiatan volunteer seperti Kakak Asuh dan Indonesia Relawan. Saya ingin mencapai hal tersebut terutama dalam bidang pendidikan dan moral. Untuk itu, saya ingin selalu menyebarkan hal-hal positif karena bagi saya, perubahan yang lebih baik harus dimulai dari diri kita sendiri.

Comments

Popular posts from this blog

Review Jurusan Ilmu Komunikasi

Hallo, kembali lagi bersama gue, Pina. Remaja 16 tahun yang mencari jati diri tapi gak ketemu-ketemu. Jadi disini, gue bakal mereview jurusan Ilmu Komunikasi. Artikelnya cocok banget, nih, buat kelas 12 yang pengen banget masuk jurusan ini. Tau, gak? Jurusan ini banyak banget diminati! Tapi mungkin tidak di sekolah gue. Sampe sekarang gue gak tahu kenapa sedikiiit banget orang yang ngincer jurusan ini. Ya.. gue sih seneng-seneng aja ya, kan jadi dikit sainganya, HA! Paling-paling yang diminati itu ya FEB, Sasing, ya gitu dah. Seberapa terpencilnya sih jurusan ini? Eh iya, btw gak setiap universitas yang menjadikan Ilmu Komunikasi ini sebagai salah satu jurusan di FISIP. Tapi, ada yang menjadikannya sebagai fakultas. Yap, salah satunya UNPAD. Jadi namanya FIKOM. Dan ya.. FIKOM UNPAD emang favorit dari tahun ke tahun. Ampe minder gue daftarnya.  Nah, untuk kalian yang demen ngoceh, nulis, promosi, atau bahkan nonton film, mungkin jurusan ini adalah yang tepat untuk kalian.  J...

Rezeki Nggak Kemana

Seperti yang kalian (kelas XII) tau, kalau tanggal 26 April kemarin adalah (mungkin) masa di mana pertama kalinya kalian merasa deg-degan pake banget, panik, galau, apapun itu. Karena apa? Karena itu adalah penentu kalian akan melanjutkan studi ke mana dan karena itu pengumuman jalur pertama masuk PTN. Yap, we called it SNMPTN. Pukul 14:00 WIB semua orang sibuk mau membuka website pengumuman. Ada yang nggak sabaran makanya langsung buka web-nya, ada yang nunggu beberapa menit dulu karena tau pasti banyak yang buka (webnya), ada juga yang sengaja ngulur-ngulur waktu sampe sejam atau dua jam buat buka webnya. Contohnya gue, gue sengaja ngelakuin itu karena yang pertama, gue tau kalau server- nya bakalan down walaupun udah nunggu beberapa menit. Kedua, karena gue pengin ketawa dulu. Mungkin alasan yang kedua ini terdengar sangat konyol, tapi bagi gue ini penting supaya saat gue buka pengumuman, gue dalam keadaan senang no matter what happened . Alhamdulillah nya, ada beberapa temen yang...

Pelecehan yang Disepelekan

Hallo, semua! Udah lama banget, ya, gue nggak nge-blog. Alasannya ... klasik, sih. Males, nggak ada ide, dan nggak ada waktu (buat nge-blog), ya seperti itulah. By the way , kemarin-kemarin kan gue ngebahas tentang tips, review jurusan, sama cerita. Nah, untuk kali ini gue mencoba untuk beropini, nih. Tentang ... pelecehan! Berat, kan? Tumben-tumbenan gue bahas beginian. Terus terang, kejadian yang tadi sore (Kamis, 2 Februari 2017) gue alami membuat gue tergerak untuk nge-blog dengan tema ini. Karena, gue udah merasa sangat dongkol, keki, sebel, gedek sama hal yang satu ini, jadi gue mencoba untuk mengutarakan pendapat gue. So , silakan baca baik-baik, and here you go ! Sebelumnya, untuk kalian cewek-cewek, suka nggak sih merasa risih kalau kalian lewat dan di-suit-suit-in? I know that most of you, feel what I feel . Kalian tau nggak itu namanya apa? Cat-Calling ! “Hah? Panggilan kucing? Kucing panggilan?” Bukan. Cat-calling di sini bermakna konotasi, ya, teman-teman. Tapi, sebe...