Skip to main content

Posts

Inilah saya bagi keluarga dan kontribusi yang telah, sedang, serta akan saya berikan untuk Indonesia

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Nama saya Agrippina Galuh Sulistyaningrum. Saya lahir di Bekasi pada 13 Oktober 1999. Saya merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Saya memiliki seorang adik laki-laki yang saat ini sedang menginjak semester 6 di sebuah Sekolah Menengah Kejuruan. Saat ini, saya masih aktif menjadi mahasiswi jurusan Akuntansi semester IV di Universitas Pendidikan Indonesia. Peran saya bagi keluarga adalah seorang anak dari kedua orang tua saya dan seorang kakak bagi adik saya. Tidak hanya seorang anak, saya merupakan salah satu harapan yang orang tua saya tanamkan dalam hidup mereka sejak saya lahir. Bagi adik saya, saya bukanlah hanya seorang kakak, melainkan  another support system  yang dia miliki. Maka dari itu, saya seringkali memberinya saran. Salah satu keinginan setiap anak adalah meringankan beban kedua orang tua, baik itu secara emosional, spiritual, bahkan finansial. Begitu pun saya, saya berusaha untuk melakukan hal itu ...
Recent posts

A Letter to Myself

Hello my super human, Pina. Congratulations for being 19 (oops, am I too late for saying this?). This is a letter that I wrote to you, a gentle reminder for you. So please, bear with me. There are a lot of struggles that you have faced, tears that slowly fell down through your cheek, things that have happened in your life and most of them are the things that you didn’t expect, Allah’s plans are always genuinely unpredictable but you need those struggles to make you grow to be who you are right now. Now, look at yourself, your age, you’re still young and you’re still being a woman who gets overthinking so easily, yet gets exited easily too. A woman who still has lots of questions about her life. Yes, there are a lot of things you don’t fully understand yet, but that’s okay. The most important thing is, you’ve come so far, you’ve become so strong and more independent as a woman. Day by day, you can feel more comfortable with yourself, loving yourself, accepting yourself...

Curhatan Seorang Maru Versi Gue Part 2: Ternyata ....

Hai, manteman! Udah baca yang part 1-nya, kan? Gimana? Semoga tulisan gue di blog ini menjadi bahan pertimbangan buat kalian terutama kelas XII yang lagi bimbang milih jurusan kuliah. Setelah kalian tau lika-liku gue dalam memilih jurusan kuliah, sekarang saatnya gue menceritakan gimana rasanya menjadi maru alias mahasiswa baru di UPI jurusan Akuntansi. Jujur, nih ya. Awal gue mendapat Kartu Rencana Studi dari pihak universitas, gue agak amazed sama mata kuliah yang akan gue jalani nanti. Pengantar Ekonomi Mikro, Akuntansi Keuangan Dasar I, Pengantar Manajemen, Aplikasi Komputer, Bahasa Inggris Bisnis, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Matematika Ekonomi. Nah, yang terkahir itu yang membuat gue lagi-lagi meragukan kemampuan diri gue sendiri. “Gue sanggup nggak, ya?” “Kalau gue kalangkabut lagi gimana?” “Kalau ternyata nggak semulus yang gue bayangin gimana?” “Kalau nanti gue ngeluh terus gimana?” “Kalau otak gue nggak nyampe ...

Curhatan Seorang Maru Versi Gue Part 1: Semua karena Petunjuk

Hei, fellas! How’s your day? It’s been a long time since the change of my status—from a Senior High School student to a university student, right? Kali ini, gue ingin berbagi cerita gimana rasanya jadi seorang maru di jurusan Akuntansi. Tapi, gue nggak langsung menceritakan gimana rasanya menjadi maru, melainkan dimulai dari gimana akhirnya gue bisa nyemplung di jurusan yang most-wanted ini.  Oh iya, “curhatan” gue ini bakalan panjang banget, jadi bakal dibagi dua (atau bahkan tiga?) part. So, bear with me, fellas. First, I have to tell you that I’m a person that doesn’t like these complicated things such as economics, politics, mathematics, etc. So at that time, I decided to choose foreign language as my major to be. Awalnya, bukan jurusan bahasa asing yang mau gue ambil, tapi Ilmu Komunikasi karena gue merasa tertarik sama “ Public Speaking” tapi di awal kelas XII gue mengubah keputusan dan beranggapan kalau jurusan bahasa asing lah yang sebenernya cocok buat gue dan...

Ketika Menasihati dan Menyindir Nggak Ada Bedanya

Udah lama juga gue nggak ngebahas sesuatu yang serius. Asli, banyak banget sebenernya yang mau gue omongin dan topik ini sebenernya juga udah lama mau gue bahas tapi baru ada waktu sekarang. Sibuk menghabiskan waktu luang dengan nonton drakor alias drama korea. Ya begini nasib jadi korban ­ oppa-oppa drakor. By the way, seperti yang pernah gue bilang di postingan sebelumnya kalau di sini murni pendapat gue dan murni keluh kesah gue, ya. Dan nggak bermaksud sama sekali untuk menghakimi. Gue berusaha untuk menilai segala sesuatu secara objektif. Ah iya! Ngomongin drakor nih.. gue cukup seriiing banget baca caption di instagram yang berkaitan dengan drakor. Bukan tentang pemain-pemainnya dan bukan dari akun-akun khusus drakor. Tapi.. dari akun-akun yang berkaitan erat dengan Islam. Gue nggak perlu sebutin nama-namanya tapi pasti kalian tau. Di salah satu foto yang mereka posting, mereka menuliskan betapa ruginya kalau kita nonton drama korea. Maksudnya, nggak ada gunanya. Menuru...

Rezeki Nggak Kemana

Seperti yang kalian (kelas XII) tau, kalau tanggal 26 April kemarin adalah (mungkin) masa di mana pertama kalinya kalian merasa deg-degan pake banget, panik, galau, apapun itu. Karena apa? Karena itu adalah penentu kalian akan melanjutkan studi ke mana dan karena itu pengumuman jalur pertama masuk PTN. Yap, we called it SNMPTN. Pukul 14:00 WIB semua orang sibuk mau membuka website pengumuman. Ada yang nggak sabaran makanya langsung buka web-nya, ada yang nunggu beberapa menit dulu karena tau pasti banyak yang buka (webnya), ada juga yang sengaja ngulur-ngulur waktu sampe sejam atau dua jam buat buka webnya. Contohnya gue, gue sengaja ngelakuin itu karena yang pertama, gue tau kalau server- nya bakalan down walaupun udah nunggu beberapa menit. Kedua, karena gue pengin ketawa dulu. Mungkin alasan yang kedua ini terdengar sangat konyol, tapi bagi gue ini penting supaya saat gue buka pengumuman, gue dalam keadaan senang no matter what happened . Alhamdulillah nya, ada beberapa temen yang...

Everyone Has Their Own Privacy

HALLOHA! Akhirnya setelah beberapa hari otak gue dipake untuk ngerjain soal Ujian Nasional, sekarang saatnya otak gue dipake buat memikirkan apa yang akan gue bahas selanjutnya di blog gue ini. Dan alhamdulillah gue mendapat banyak saran dari temen-temen gue. But sorry, gue mau ngebahas hal ini dulu, ya. So, let’s begin! Everyone has their own privacy. Itu yang selalu gue percaya. Semua manusia di dunia ini punya privasi. Gue yakin, kalian juga percaya. Tapi satu hal yang bikin gue sering kesel adalah, mereka selalu terang-terangan untuk kepo-kepoin orang lain. Like, “ Eh orang tua lo kerja apa?” “Emang gaji orang tua lo berapa?” “Eh, lo udah jadian ya sama si Cepot?” “Eh, nilai lo berapa?” dan lain sebagainya lah, yang menurut gue nggak perlu ditanyakan. Apalagi kebanyakkan orang-orang menanyakan hal itu di tempat umum. Gue akan berpendapat kenapa pertanyaan-pertanyaan yang tadi gue tulis itu gak mesti lo tanyain ke temen lo. sumber: google.com 1.    ...